A: wah bapak dari Buah batu ya pak? Deket dong deket
B: mana neng, jauh. Buat saya, keluar ruangan ini aja jauh haha 
A: …
B: makasi neng udah nemenin jalan tadi

A: wah bapak dari Buah batu ya pak? Deket dong deket
B: mana neng, jauh. Buat saya, keluar ruangan ini aja jauh haha
A: …
B: makasi neng udah nemenin jalan tadi

enak kok, engga cantik doang. Selamat Idul Adha! with Witri, Firda, and Rezky Kahayani – View on Path.

enak kok, engga cantik doang. Selamat Idul Adha! with Witri, Firda, and Rezky Kahayani – View on Path.

Suatu Interpretasi Mimpi

drcasri:

Aku selalu terbangun di hitungan ke-24, di saat kau baru menghitung sampai 3 dan bertanya apa kurangnya dirimu. Kemudian aku baru menyadari tentang hal yang selama ini tidak dilakukan dan yang harusnya dilakukan. Mengejar yang sempat tidak terkejar dan memimpikan yang harusnya di mimpikan. Esoknya…

Starfish hunter (walopun sendirinya gadapet) with Zulfa, Azkia, Firda, Nadira, Annisa, Faradilla, and Nabila Syahidna at Pantai Pink – View on Path.

Starfish hunter (walopun sendirinya gadapet) with Zulfa, Azkia, Firda, Nadira, Annisa, Faradilla, and Nabila Syahidna at Pantai Pink – View on Path.

Packaging bagus itu jempol banget, tapi ingat kita organisasi yang menyodorkan diri untuk kesehatan indonesia.
Jangan sampai pekerjaan “packaging” melenakan dalam puja puji, lalu lama lama menggeser kebermanfaatan yang selama ini kita bangga-banggakan.

Kita bukan perusahaan reklame.

Esensi vs Packaging

Hari ini saya menelpon kakek dan nenek

Lalu saya bahagia sekali

Mama

Ada banyak tipe Ibu di dunia ini

Ibu khas Minangkabau yang memperkaya diri dengan ketrampilan hidup sehari-hari, sangat cakap mengelola rumah tangga, tahu cara meletakkan gelas dengan baik, paham waktu yang pas untuk menunggu pisang jatuh dari pohonnya, membuat baju bergunting siba, menunggu suami pulang lalu mendengarkan dengan baik. Menyimpan muka lelah seharian mengurus rumah lalu menampilkan senyum teduh ketika suami sudah pulang. Dia pekerja tapi jangan salah dia bukan pembantu. Bundo kanduang, panutan satu suku besar. Bijaksana dan calon orang kaya (karena semua warisan akan jatuh padanya) Tapi tidak ada yang tahu terkadang ia merasa tak berwawasan, terkadang ia merasa dangkal.

Atau ibu modern zaman kini yang dinamis,
Blazernya tebal panas menjepit, langkahnya berbunyi dari jauh, bibirnya merah merekah mengeluarkan kalimat cepat dikejar waktu, telepon selulernya berbunyi sekali-kali.
Dia lihai berbicara pada orang lain tapi judes ke keluarga sendiri. Semua maklum semua mafhum.. Semua mengerti ia punya sesuatu yang diperjuangkan, yang dikejar. Yang pada akhirnya, untuk semua orang. Waktunya untuk hidupnya.

Ibu cendekiawan dengan sorot mata penuh ingin tahu. Baginya semua hal bersari pati ilmu pengetahuan. Selalu ada penjelasan, selalu ada keterangan. Ibu digandrungi orang-orang sekitar yang tidak tahu apa-apa. Ibu selalu ditanya, diperlukan dalam tiap diskusi dan cerita. Kacamatanya yang merosot ke hidung ketika ia mengernyitkan kening luasnya, serasa ingin aku betulkan. Ibu pintar, ibu yang pintar, yang tidak hanya mengajari anak-anaknya tapi juga banyak orang di luar sana. Siapa tidak bangga? Kecuali jika ia sudah bertengkar dengan Ayah karena memaksa makan di luar (lagi)

———————-

Katanya kita bisa mengagumi Ibu kita sendiri, tapi tidak perlu harus seperti Ibu. Haha, bagaimanapun Ayesha berusaha sekeras mingkin menjauhkan diri untuk tidak menjadi Ibu yang seperti Mama…..
Sedikit banyak yaa harus…
yang ada 24x7 untuk Papa, yang resah gelisah jika tidak di rumah pada waktu makan siang (simply karna takut papa tidak mau makan siang jika tidak ada mama) yang ada di tiap kali papa hemodialisa (lima jam, tiga kali seminggu), yang menyuapi anaknya yang sudah setinggi pohon kelapa, yang menanyakan kabar ketiga anaknya tiap malam.
Ibu hebat yang harus bisa mengerjakan semua, yang harus sempurna.

Dengan Ibu sebaik ini,
tipe Ibu apapun yang akan saya pilih nantinya
Sangat mubazir jika saya tidak mencontoh apa-apa dari mama. Saya akan tetap menjadi seperti Ibu saya.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku atas nama kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring

Spasi - Filosofi kopi dari dewi lestari
Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyenangkan hati orang orang baik. Terimakasih❤ – View on Path.

Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyenangkan hati orang orang baik. Terimakasih❤ – View on Path.